Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Memdramakan Hidup

Percakapan saya, Adek-adek dan Ibuk Saya : Kamu anak siapa sih? Rambutnya kok bisa lurus gitu. (Sambil nunjuk adek ke 5) Adek ke 5 : Anak papa. Papa kan rambutnya lurus Adek ke 6 : Tapi kan mama keriting, harusnya kan ngombak. Adek ke 5 : Mama anak siapa aku ini? Aku sudah besar, aku sudah siyappppp. Saya : *puter ost Meteor Garden - Ni Yao De Ai* Adek ke 5 : Mamaaaaaa!!!! Syapa aku ini ma?!!! Syapaaaaa?? huhuhu T.T Ibuk : hmmm. Ya beklah ibuk saya nggak bisa diajakin derama. *matiin musik balik nonton tipi*

Hobi Baru

Jadi hobi saya baru-baru ini adalah melakukan percobaan pada diri saya sendiri. Ya Allah saking selow nya. Percobaan apakah itu? Percobaan pertama : Naik motor sambil dengerin musik dari handphone pakai h andsfree . Ini rada-rada nggak bener sih. Saya ini kalau mau berangkat kemana aja pasti sengaja dipepetin jam berangkatnya. Misal masuk kerja jam delapan, saya berangkat jam delapan kurang seperempat terus ngebut-ngebut di jalan. Sampai tempat kerja kurang semenit. Yayyyyy horay horay. Percobaan pertama saya lakuin tiap hari. Hasilnya kemampuan saya menggeber motor dengan kecepatan tinggi serta keluwesan saya menghindari motor dan mobil lain menurun. Akibatnya saya telat sampai kantor. Alasan aja sist? Mendengarkan musik itu ternyata bisa mengacaukan kemampuan trek-trekan saya sist. Konsentrasi saya kebagi antara mau jalan cepat atau ikutan nyanyi. Apalagi lagu yang saya puter selowbet macam Banda Neira, Fiera Besari atau Float. Udahlah saya dijalan ikutan santai selo w . Kesi...

Melewati yang berat

"Semoga segala yang berat segera terlewati dan yang melewati semakin dikuatkan" Pernahkah berada di situasi yang berat? Atau saat ini sedang berada di situasi yang berat? Kalau iya, baguslah kita manusia normal. Hampir dua tahun yang lalu tiba-tiba ada masalah besar menghampiri hidup saya. Sebenarnya juga tidak tiba-tiba, malahan sudah saya prediksikan. Tapi ya namanya manusia walau sudah saya prediksikan rasanya tetap membuat hati pedih. Ditambah lagi tiba-tiba muncul masalah diluar prediksi saya. Menghabiskan waktu dengan menangis sambil menguatkan hati sendiri rasanya luar biasa berat. Sahabat saya saksinya, saya menangis sesenggukan dipelukkannya. Melewati masalah yang sama berbulan-bulan pada akhirnya malah menguatkan saya. Kalau ada yang berkata "jangan berdoa agar masalah mu hilang tapi berdoalah agar kau semakin dikuatkan" saya akan mengamininya. Alhamdulillah sekarang masalah yang saya anggap super mega ultra berat itu sudah saya lewati. Walaupun samp...