Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Bulan ber-angka

Seminggu. Mas kapan pulang? Sebulan. Mas kamu tidak rindu? Dua Bulan. Mas aku yang rindu. Tiga Bulan. Mas aku rindu. Empat Bulan. Mas aku rindu. Lima Bulan. Mas aku rindu. Enam Bulan. Mas aku. Tujuh Delapan Sembilan Sepuluh Sebelas Duabelas bulan. Mas aku menyerah. Jangan salah paham Mas. Ada banyak bulan yang belum ku absen sebelum menyerah. Jangan marah Mas. Aku yang seharusnya marah. Jangan salah paham Mas. Aku yang seharusnya salah paham. Jangan marah Mas. Bulan juga ber-angka Mas. Sudah kuhitung. Banyaknya sama dengan pertanyaan ku Mas. Kalau-kalau nanti kau juga rindu, datang saja pada kekasih mu Mas. Dia yang akan menabur bunga untuk mu. Bukan aku Mas.

Duh Gusti,

Duh Gusti. Ku baru ingat, ada Kau. Gusti ngapunten . Cintaku pada-Mu belum sebesar cintaku pada ciptaan-Mu. Gusti ngapunten . Sering ku abaikan, padahal seringnya ada. Gusti. Rindu ku pada-Mu ternyata lebih besar daripada rindu ku pada ciptaan-Mu. Duh Gusti. Ngapunten lan kangen .

Namanya Saenab

Namanya Saenab Perempuan dengan rambut sebahu berponi tebal itu hari ini mengganti kacamatanya. Katanya yang kemarin frame- nya berat. Aku kenal Saenab dari workshop menggambar 2 tahun lalu. Dulu rambutnya masih keriting, sekarang sudah lurus tanpa gelombang berkat rebonding di salon depan rumahnya. Dulu, pertama ku dengar namanya ku kira aku salah dengar. Di jaman seperti ini masih ada yang punya nama Saenab bukab Jaenab atau Zaenab. Kata Saenab "Bapak ku salah mengeja nama ku saat membuat akta kelahiran. Seharusnya sih Zaenab."

Kadang capek kadang lega

Terkadang saya capek. Capek ndengerin lagu yang harus saya raba-raba artinya Capek ndengerin lagu jegedakjegeduk Capek main game yang nggak kelar-kelar Capek ngelihat tumpukan baju yang mau dilipet berapa kali tetep nggak rapi juga Capek mikirin ngamatin banyak hal yang nggak perlu-perlu banget dipikirin diamatin Capek mengkhawatirkan masa depan Lalu Saya akan tiduran diatas tumpukan baju sambil mendengarkan lagu yang ribet tapi enak dihati sambil merem menghela napas. Dan dunia jadi lebih baik. Kadang capek ada karna berlebihan. Kadang mengosongkan otak emang lega. Karna saya percaya "Setelah capek terbitlah lega"

Cinta Itu

Seberapa besar kamu berkorban untuk orang yang kamu cinta? Tunggu, saya ganti Seberapa tulus kamu membagi keringatmu karna cinta? Cinta bukan soal pengorbanan Dengan tulus tak terasa beban Biarlah yang terbaik jadi manis Dan pahit takkan jadi tangis Seberapa lama kamu akan menunggu? Tunggu saya ganti Seberapa jauh kamu mengikhlaskan? Cinta memang tak perlu berbalas Tak usah mengemis dan memelas Biarlah yang terbaik jadi manis Dan pahit takkan jadi tangis Seberapa... Tunggu tunggu Seberapa lama kamu akan mengalah? Cinta itu buat kapan-kapan Kala hidup tak banyak tuntutan Biarlah yang terbaik jadi manis Dan pahit takkan jadi tangis Silampukau - Cinta itu

Legawa

Akan ada yang kita tinggalkan Bukan perkara amarah atau dendam Legawa Akan ada yang kita rindukan Bukan perkara rasa atau kenangan Legawa Bukan karena alasan Sesungguhnya memang sudah waktunya Legawa- lah Berdamailah