Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Saya dan Payung Teduh

Akhir 2016 saya pernah bercerita sedihnya hati saya mendengar berita Banda Neira bubar dan saya bahkan belum sempat menonton mereka manggung. 4 hari yang lalu, saat saya sedang di Madiun. Saya membaca berita di linimasa mengenai keputusan mas Is mengundurkan diri dari Payung Teduh. Rasanya lebih sedih dari tahun lalu. Payung Teduh bukan hal baru di list musik saya. Jauh sebelum ada Akad saya sudah menikmatinya, jauh sebelum mengenal Payung Teduh saya sudah menikmati lagunya, Menuju senja. Dari yang hanya di dengar hingga bisa melihat mereka dari jarak dekat, pernah saya alami. Rasanya luar biasa sedih. Sampai-sampai saat saya menulis ini, sedang ada kabut di mata saya.  Saya tidak ingat mulai tahun berapa saya menyukai Payung Teduh, karena tiba-tiba saya punya hampir semua lagunya di handphone saya. Menuju Senja adalah lagu pertama mereka yang saya dengarkan tetapi saya tidak tahu siapa mereka. Selang beberapa tahun saat saya duduk di bangku kuliah, saya baru tahu meng...