Ter(paksa)biasa

Hal yang paling menyeramkan (bagi saya) selain kesepian adalah terbiasa.

Saya adalah seseorang yang terbiasa hidup bersama-sama. Makan, tertawa, berbagi cerita. Dari jaman SMP  sampai kuliah saya selalu punya geng beranggotakan banyak orang. Yah, walaupun sekarang saya sudah jarang mendengar kabar mereka.

Bagaimana rasanya ketika kita terbiasa hahahihi bareng-bareng tiba-tiba selalu sendiri?
Rasanya aneh. Perasaan saya sempat kacau (a.k.a galau), saat saya menyadari saya telah "ditinggal" sendiri. Hitungan minggu saya berjuang, bertanya tanpa henti.

Hingga saya memutuskan berhenti bertanya. Bukan berhenti peduli, namun karena tiba-tiba saya menjadi akrab dengan keadaan.

Ketika keadaan memaksa kita berubah, akan selalu ada perasaan yang terkoyak. Lama kelamaan ketika kita telah kebal pada keadaan, yang ada kita akan terbiasa.

Yang menakutkan adalah ketika kita sudah terlalu terbiasa, keadaan membawa kita untuk terpaksa terbiasa dengan yang lain lagi.


Komentar